Doc Azman51's Weblog

Lifelong Education

* Surah Al Qasas , 28 : 76-82


“Very interesting TV  forum between Bill Gates and Warren Buffet at Columbia Uni on Bloomberg last night.

Bill Gates was a dropout at Harvard. Warren Buffet did better scholastically, completing his MBA at Columbia.Bill Gates ‘ rode the wave’ of microproccessor and superb software development , making his billions and Warren Buffet started investing even at the age of 11.

Two different routes. Both are now generous with their wealth and their knowledge, sharing it with the world…if one day they just happened to wake up on the ‘right’ side of their beds and acknowledge Allah, their journey would have been complete. Otherwise they are still deaf, dumb and blind.

Of Bill Gates, Warren Buffet , Ananda and Daim , no one can beat Qarun[ Korah ] in term of ‘greed and richness’. Qarun was of biblical proportion. So much was his treasure, that ‘ verily have been a burden for a troop of mighty men’ just to carry the keys to his warehouses.

” Now Korah was of Moses’ folk, but he oppressed them; and We gave him so much treasure that the stores thereof would verily have been a burden for a troop of mighty men. When his own folk said unto him: Exult not; lo! Allah loveth not the exultant; (76) But seek the abode of the Hereafter in that which Allah hath given thee and neglect not thy portion of the world, and be thou kind even as Allah hath been kind to thee, and seek not corruption in the earth; lo! Allah loveth not corrupters, (77) He said: I have been given it only on account of knowledge I possess. Knew he not that Allah had destroyed already of the generations before him men who were mightier than him in strength and greater in respect of following? The guilty are not questioned of their sins. (78) Then went he forth before his people in his pomp. Those who were desirous of the life of the world said: Ah, would that unto us had been give like of what hath been given unto Korah! Lo! he is lord of rare good fortune. (79) But those who had been given knowledge said: Woe unto you! The reward of Allah for him who believeth and doeth right is better, and only the steadfast will obtain it. (80) So We caused the earth to swallow him and his dwelling-place. Then he had no host to help him against Allah, nor was he of those who can save themselves. (81) And morning found those who had coveted his place but yesterday crying: Ah, welladay! Allah enlargeth the provision for whom He will of His slaves and straiteneth it (for whom He will). If Allah had not been gracious unto us He would have caused it to swallow us (also). Ah, welladay! the disbelievers never prosper. (82) “

Surah Al Qasas , 28 : 76-82

(I wonder what was Qarun’s downfall?

Pride..?

Greed…? Not mentioned here….Pride seem to be a worst sin than greed).

But wait a minute…… the key words are :

exultant,?? unkind as opposite to kind [ was that time zakat already in place??], pomp, corruption.. ..

I still wonder why God made Qarun as an example for us. His ‘sins’ must be of biblical proportion for him to be indelibly written in the Quran alongside Pharoah and Abu Jahal. Even Abdullah bin Ubays did not merit a mention despite the ‘hypocrites’ being the lowest of the low. Food for thought this morning. perhaps ‘Ustaz’ Aad or Doc Azman  can illuminate further on this ayats….

What is wrong with Qarun…pride? Greed?..Tak bayar zakat?..menggak? ….corrupt? [ but he is just a businessman, no power like Dr M! ]…or all of the above?” 1

1 – The above is written by a friend, Dr.NikHowk.

Below is my addition to the above surah in bahasa.

028. Al Qashash:76. Sesungguhnya Qarun adalah ia dari kaum Nabi Musa, kemudian ia berlaku sombong dan zalim terhadap mereka; dan Kami telah mengurniakannya dari berbagai jenis kekayaan yang anak-anak kuncinya menjadi beban yang sungguh berat untuk dipikul oleh sebilangan orang yang kuat-kuat. (ia berlaku sombong) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah Engkau bermegah-megah (dengan kekayaanmu), Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang bermegah-megah. (seperti lagakmu itu).

77. “Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah Engkau melupakan bahagianmu (keperluan dan bekalanmu) di dunia; dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian nikmatNya yang melimpah-limpah); dan janganlah Engkau melakukan kerosakan di muka bumi; Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerosakan “.

78. Qarun menjawab (dengan sombongnya): “Aku diberikan harta kekayaan ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku”. (Kalaulah Qarun bijak pandai) tidakkah ia mengetahui dan pandai memahami, bahawa Allah telah membinasakan sebelumnya, dari umat-umat yang telah lalu, orang-orang yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta kekayaan ? dan (ingatlah) orang-orang yang berdosa (apabila mereka diseksa) tidak lagi ditanya tentang dosa-dosa mereka, (kerana Allah sedia mengetahuinya).

79. kemudian Qarun keluar kepada kaumnya dengan kemewahannya memakai perhiasannya2. (pada saat itu) berkatalah orang-orang yang semata-mata inginkan kesenangan kehidupan dunia: “Alangkah baiknya kalau kita ada kekayaan seperti yang didapati oleh Qarun! Sesungguhnya Dia adalah seorang yang bernasib baik”.

80. dan berkata pula orang-orang yang diberi ilmu (di antara mereka): “Janganlah kamu berkata demikian, pahala dari Allah lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal soleh; dan tidak akan diperolehi (pahala yang demikian) itu melainkan orang-orang yang sabar”.

81. lalu Kami timbuskan dia bersama-sama dengan rumahnya ke dalam bumi, maka tidaklah ia mendapat sebarang golongan yang boleh menolongnya dari azab Allah” dan ia pula tidak dapat menolong dirinya sendiri.

82. dan orang-orang yang pada masa kemarin bercita-cita mendapat kekayaan seperti Qarun – mulai sedar sambil berkata: “Wah! Sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, dan dia lah juga yang menyempitkannya kalau tidak kerana Allah memberi pertolongan kepada kita tentulah kita akan dibinasakan dengan tertimbus di dalam tanah (seperti Qarun). Aduhai! Sesungguhnya orang-orang yang kufurkan nikmat Allah itu tidak akan berjaya!”

(2). Menurut mufassir: Qarun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

NikHowk, you like to stimulate people. I am in Cameron highland, got no tafsir book to refer to; so just my understanding.

Qarun dibenamkan ke dalam bumi kerana sifat dan peribadinya yg berbagai seperti berikut. Ini sudah semestinya sifat-sifat yg mesti dijauhi dan dijadikan sempadan.

  1. Ia berlagak sombong dan zalim kepada kaumnya, walaupun dia dari kaum nabi Musa as. Kekayaannya diperolehi dari kezaliman keatas kaumnya. (Ayat 76)
  2. Dia juga kufur nikmat Allah swt – tidak mensyukuri nikmat yg diberikan oleh Allah swt, sebaliknya bermegah-megah dengan kekayaan yang dia ada. Maksud kufur nikmat ialah dia tidak pandai untuk menggunakan kekayaan yg diberikan oleh Allah swt dengan sebaik mungkin, tetapi berlaku pembaziran dan tidak melakukan kebaikan kepada manusia, kaumnya dengan harta benda yg dikurniakan oleh Allah swt.
  3. Dia tidak mencari pahala dan kebahagiaan di hari akhirat dengan harta benda yg dikurniakan Allah swt kerana pahala dari Allah swt itu lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal soleh serta bersabar dengan dugaannya.
  4. Dia berperasan, harta kekayaannya itu diperolehi hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padanya, tidak kena-mengena dengan rezeki yg Allah swt tentukan.
  5. Dia banyak sekali mengumpulkan harta kekayaan, sampai tidak ada tandingnya, hinggakan anak kunci gedungnya sahaja menjadi satu beban untuk dipikul oleh orang yg kuat-kuat.
  6. Dengan sifatnya begitu maka berlakulah dosa-dosa olehnya, yg Allah swt berikan balasan.
  7. Qarun keluar kepada kaumnya dengan bermewah memakai perhiasan diiringi lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

Pengajarannya: Ramai pula manusia dalam masyarakat kita di hari ini yg berebut hendak menjadi seperti Qarun, sama seperti masyarakat di zaman Qarun. Mereka berkata; “Alangkah baiknya kalau kita ada kekayaan seperti yang didapati oleh Qarun! Sesungguhnya Dia adalah seorang yang bernasib baik”. (ayat 79).

Bagus kalau aku juga kaya seperti Qarun, bukankah enak sekali, ada istana besar, jet sendiri, boleh niaga sana sini, boleh jalan sana sini.
Tetapi Tok Guru kata; “Janganlah kamu berkata demikian, pahala dari Allah lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal soleh”. (ayat 80)

Ini yang susah, sebab pahala tidak nampak, tidak terasa, sedap saja dengan nikmat dunia dan terus dipukau dengan haru-biru dunia.

Kemudian Qarun ditimbus ke dalam bumi, barulah sedar mereka yg bercita-cita untuk mendapat kekayaan seperti Qarun – dan berkata: “Wah! Sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, dan dia lah juga yang menyempitkannya, kalau tidak kerana Allah memberi pertolongan kepada kita tentulah kita akan dibinasakan dengan tertimbus di dalam tanah (seperti Qarun). Aduhai! Sesungguhnya orang-orang yang kufurkan nikmat Allah itu tidak akan berjaya!” (ayat 82)

Maka sesiapa yang umurnya tinggal saki-baki sahaja tetapi masih tidak puas lagi dengan tipu daya dunia, fikir-fikirkan, kemana akhirnya.

Waalah waalam.

June 22, 2010 - Posted by | Al-Quran, Dosa, Kufur nikmat, pahala, Qarun

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: