Doc Azman51's Weblog

Lifelong Education

* Ilmu yang Manfaat


Ilmu yang bermanfaat

“Ya Allah ya Tuhan kami berikanlah kami ilmu yang bermanfaat, iman yang mendalam, rezeki yang halal, anak yang soleh, keturunan yang baik, perniagaan yang berjaya dan penghidupan yang penuh berkat”.

Nabi saw berkata; ”Apabila seorang anak Adam itu mati maka putuslah amalan dia kecuali tiga perkara; ilmu yang memberi manfaat, anak yang soleh dan sedekah jariah”.

Tuhan kata: 58:11. “Allah meninggikan darjat orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agama (dari kalangan kamu) – beberapa darjat yang tinggi kedudukannya”.

Allah Taala meninggikan pangkat orang-orang yang beriman, (beriman juga satu pangkat) dan juga orang-orang yang diberi ilmu akan dinaikkan ke pangkat yang tinggi.

Orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat ini amat bertuah, walaupun dia sudah mati, ilmu dia sebar dan ajar terus membuat kerja bagi pihaknya, berterusan bayaran pahala, seolah-olah dia hidup lagi. Ilmu yang dia tinggalkan terus menjana pendapatan untuknya, pahala berjalan sampai kiamat.

“Sesungguhnya kamilah yang menghidupkan orang mati dan kami rekod dan kami  tulis apa yang  mereka lakukan dengan ilmu mereka dan kesan-kesan dari ilmu itu”.

Kita hanya boleh hidup dengan cara Islam yang betul ini ialah kerana kesan dari ilmu yang kita pelajari dari orang yg berilmu. Kalau kita menulis buku, kesan dia apa? Kita mengajar, kita menasihati orang, kita mendidik anak dengan ilmu yang kita pelajari melalui mengaji, semua kebaikan yg kita buat itu timbulnya dari kesan-kesan ilmu yg dituntut.

Orang yang terus menerus berada dalam kejahilan dan merasakan diri mereka sudah cukup dengan ilmunya amatlah rugi. Jika dibandingkan dengan orang yang berilmu dan terus menuntut ilmu, wlaupun masih belum dapat mengamalkan ilmunya dengan sempurna, tentulah orang yg kedua lebih baik.

Orang yg berilmu mengetahui penghayatan sesuatu ilmu bukanlah perkara yg mudah, sebab banyak halangannya. Halangannya datang dari syaitan, diri nafsunya, gangguan manusia dan dunia sekelilingnya. Sebab itu dia tahu, terpaksa beramal zikirullah, membaca ayat-ayat Allah swt, belajar ilmu tasawuf pengurusan nafsunya dan berdoa dengan Allah swt.  Dia hanya boleh berusaha dan berdoa kepada Allah Yang Maha Besar lagi Pemurah.

Taufiq dan hidayah datangnya daripada Allah swt; amal kebaikan, senang sakit, khusyuk laro (hayal), cerdik jahil, kaya miskin, etc adalah kurniaan Allah swt semata-mata.

Apakah peranan kita? Balik kepada ayat pertama surat kiriman Allah swt – ‘Bacalah’.1 Bacalah dan menuntut ilmulah. Kalau tidak membaca dan menuntut ilmu (ilmu yang membawa kepada kefahaman agama) tidak akan ke mana. Kalau masih disibukkan dengan ilmu dunia, masih disibukkan dengan urusan dunia, masih menggunakan nilaian-nilaian dan prinsip-prisip, ‘value’ timbangan dunia dan fikiran logik semata-mata, tidak berpandukan kepada nilai-nilai yang di perturunkan oleh Al-Quran dan sunnah; masih tidak kemana. Walaupun 90% dunia mengatakan apa yang mereka bawa itu betul, masih tidak betul lagi, sebab tidak mengikut ke hendak Al-Quran dan sunnah. Dalam hadis telah menyatakan, hanya kumpulan sedikit yang betul dan masuk syurga. Jadilah kumpulan yang sedikit.

1. Al ‘Alaq 96

1. bacalah (Wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekalian makhluk),

2. ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku;

3. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, –

4. Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan, –

5. ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

6. Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya),

7. Dengan sebab ia melihat dirinya sudah cukup apa yang dihajatinya.

8. (ingatlah) Sesungguhnya kepada Tuhanmu lah tempat kembali (untuk menerima balasan).

May 29, 2010 - Posted by | Al-Quran, Ilmu, pahala

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: